Posts

Showing posts with the label money

Belajar mengatur keuangan bersama Kontan

Image
' Punya anak mengubah segalanya ', saya baca kutipan ini entah di mana. Dan itu benar adanya. Sejak punya Mira saya jadi semakin concern sama yang namanya perencanaan keuangan keluarga atau family financial planning. Kalo sebelumnya cuman sekedar menyisihkan pendapatan untuk tabungan, sekarang sudah ‘naik kelas’ jadi berinvestasi untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun. Untungnya sekarang zaman internet. Dari hasil join beberapa forum ibu-ibu muda, jadi follower beberapa perencana keuangan independen di twitter, saya pun mulai belajar tentang reksadana. Dengan pengetahuan minim saya dan suami pun bingung memilih reksadana mana yang cocok untuk tujuan finansial keluarga kecil kami. Dari salah satu forum yang saya ikuti, salah satu member sempat menyebut terbitnya tabloid Kontan edisi khusus Memburu Reksadana Jagoan . Buru-buru saya ke kios koran dekat kantor saat istirahat makan siang. Ternyata habis. Pulang kantor coba-coba ke kios yang agak jauh, habis juga. Piki...

Dapat THR, untuk apa?

Image
Bagi karyawan yang mencari nafkah di Indonesia (seperti saya), sebentar lagi akan dapat bonus tahunan berupa THR (alias Tunjangan Hari Raya). Lantas, hendak digunakan untuk apa THR ini? Mungkin sebagian besar koor menjawab untuk biaya mudik. Biaya mudik sekarang bukan hanya untuk transport, tapi juga untuk angpao kerabat dan keperluan konsumtif lainnya. Baju baru, hp baru, mobil baru, semua yang baru mbelani dibeli untuk modal 'tampil' saat Lebaran. Kalo dipikir-pikir, sakjane kalo ngga beli baru kan para kerabat yang ketemunya setahun sekali ini ndak bakal ngerti tho ya? Akan lebih bijak kalo urusan beli baru ini dialihkan pada kepentingan yang lebih urgent dalam pengaturan keuangan keluarga. Misalnya?

Murah mana, bunga flat atau efektif?

Image
Masih berdasarkan simulasi dari postingan ini , kita hitung total bunga yang dibayar selama jangka waktu kredit. Bunga flat Maksimum kredit = 160.000.000 Bunga flat = 10% pa (per tahun) Jangka waktu = 5 tahun Total bunga yang harus dibayar = 10% x 160 jt x 5 = 80jt Bunga efektif Maksimum kredit = 160.000.000 Bunga efektif = 11,5% pa (per tahun) Jangka waktu = 5 tahun Total bunga yang harus dibayar :

Suku bunga efektif anuitas

Image
Perhitungan angsuran untuk kredit dengan bunga efektif anuitas bisa dilakukan dengan fungsi yang terdapat pada Microsoft Excel.

Beda suku bunga flat dan efektif

Image
Saat apply kredit di bank biasanya kita membandingkan suku bunga yang diberlakukan masing2 bank. Ketatnya persaingan antar bank menyebabkan selisih suku bunga satu sama lain tidak terlalu jauh. Suku bunga lebih rendah belum tentu angsurannya lebih rendah, berikut ilustrasi yang saya ambil dari fitur simulasi kredit di website BNI 46 . (silakan klik gambar bila kurang jelas) Dari simulasi di atas bisa kita lihat untuk BNI Griya dengan suku bunga 11,50% angsurannya lebih rendah dari BNI Oto dengan suku bunga 10%. Maksimum kredit sama, yaitu 160juta dan jangka waktu 5 tahun (= 60 bulan). Kok bisa?

Memanfaatkan Tabunganku

Image
Sejak tahun 2010 lalu BI mengeluarkan produk Tabunganku, yang fitur paling menariknya adalah bebas biaya administrasi. Seluruh bank berpartisipasi dalam program ini, sehingga kita bisa membuka produk Tabunganku di bank mana saja. Kalo melihat jumlah setoran awal minimalnya (Rp20.000,-), produk ini ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah. Selain itu, fitur ATM dan e-banking lainnya bersifat optional. Ada bank yang memberikan fasilitas ATM dengan syarat saldo tertentu. Kalo melihat fiturnya, Tabunganku ini cocok untuk rekening dana siaga. Dengan tidak adanya ATM, kita jadi disiplin untuk membiarkan dana yang dialokasikan untuk jaga2 ini tetap di tempatnya. :D Karna sekarang ini hampir semua produk tabungan keluaran bank manapun 'mewajibkan' pake ATM.

Melek finansial

Image
Tadi sempat ngobrol sekilas dengan rekan kantor yang baru ambil kredit. Kredit ini selain untuk memenuhi kebutuhannya untuk renovasi rumah, juga dipake untuk melunasi salah satu KTA (kredit tanpa agunan). Selain itu dia bilang kreditnya di koperasi bulan depan akan lunas setelah 5 tahun. Sempat mengeluh juga kalo selama ini keuangan dia pake sistim gali lubang tutup lubang. Obrolan kami ga berlanjut panjang, karna saya harus kembali menggarap tumpukan advis yang pending selama saya tinggal cuti seminggu. Dari sekilas curcol teman saya ini (yang kebetulan masa kerjanya juauh lebih lama dari saya) saya jadi mikir, bahwa kerja di bank itu ga otomatis membuat seseorang melek finansial. Memang bisnisnya adalah jasa keuangan, tapi BUKAN jasa perencanaan keuangan. Sehingga seorang pegawai bank ga otomatis pinter mengelola keuangan pribadinya. Keuangan pribadi (+keluarga) saya baru mulai agak rapi sejak punya anak. Memang saya dan suami bukan tipe yang boros, kami sama2 rajin menabung dan ga s...